Erin Cipta berbagi dengan anda apa-apa yang menjadi mimpi-mimpinya tentang kehidupan desanya dan desa Kanekes.
Kanekes merupakan desa yang dihuni oleh sekelompok masyarakat adat yang menarik diri dari pengaruh budaya luar. Mereka dikenal sebagai orang Baduy.
Sesungguhnya, Baduy bukanlah suku terasing yang terlepas sama sekali dari kontak-kontak dengan kehidupan modern. Mereka adalah masyarakat yang mengasingkan diri. Orang Baduy dengan sengaja menutup diri dari pengaruh luar. Pantang atau tabu menjadi praxis moral mereka. Misalnya, mereka berpantang untuk menggunakan deterjen ketika mencuci pakaian di sungai, atau berpantang merusak hutan sebagai bumi tempat hidup mereka. Seluruh warga Baduy, tanpa kecuali, selama berabad-abad melaksanakan titah pantangan ini.
Selama berabad-abad pula mereka hidup dalam tatanan sosial yang harmoni. Tentang Manusia Kanekes ini, peneliti Belanda pada abad 18, Blume, menulis dalam bukunya, In Search of the Nobel Savage
“O Happy Baduy who dwell undisturbed and free of worries in the village Kanekes, Kadoe-Koedjang en Tjiboam, why could I not stay among you for months in order to become better acquainted with all your qualities, all your propensities and traits, in particular the character of your religion, in wich the history of your vicissitudes of fortune is embedded”


