Wilujeng Sumping

Ongkarana sangtabean, Pukulun sembah rahayu

Urang Kanekes merupakan masyarakat unik yang menarik diri dari pengaruh anasir-anasir kebudayaan luar Kampung mereka. Meski mereka menyebut diri sebagai Urang Kanekes, Urang Cibeo atau Urang Cikertawana, masyarakat luar menyebutnya sebagai Urang Baduy (Orang Baduy.)

Sesungguhnya, mereka bukanlah suku terasing yang terlepas sama sekali dari kontak-kontak dengan kehidupan modern. Mereka adalah masyarakat yang mengasingkan diri. Urang Kanekes dengan sengaja menutup diri dari pengaruh luar. Pantang atau tabu menjadi praxis moral mereka. Misalnya, mereka berpantang untuk menggunakan deterjen ketika mencuci pakaian di sungai, atau berpantang merusak hutan sebagai bumi tempat hidup mereka. Seluruh warga Baduy, tanpa kecuali, selama berabad-abad melaksanakan titah pantangan ini.

Selama berabad-abad pula mereka hidup dalam tatanan sosial yang harmoni. Bila dibandingkan dengan masyarakat yang mengaku dirinya sebagai masyarakat modern, dalam bidang Kriminalitas yang dilakukan oleh anggota masyarakatnya, maka Urang Kanekes mengantongi rekor Zero Crime Rate selama ratusan tahun. Sungguh prestasi yang luar biasa! Sementara kita yang mengaku lebih beradab, hampir setiap hari dijejali informasi tentang pembunuhan, pencurian, pengorupsian uang negara, digentayangi hasutan kebencian, hasutan praduga dan perlombaan menumpuk-numpuk harta tanpa memperhitungkan kerusakan-kerusakan yang diakibatkannya terhadap permukaan bumi yang dipijaki.

Tentang Manusia Kanekes ini, peneliti Belanda pada abad 18, Blume, menulis dalam bukunya, In Search of the Nobel Savage

“O Happy Baduy who dwell undisturbed and free of worries in the village Kanekes, Kadoe-Koedjang en Tjiboam, why could I not stay among you for months in order to become better acquainted with all your qualities, all your propensities and traits, in particular the character of your religion, in wich the history of your vicissitudes of fortune is embedded”

Gambar kehidupan mereka juga disajikan dalam bahasa Inggris agar masyarakat dunia lebih mengenal mereka. Dengan demikian, diharapkan dunia bisa lebih memperhatikan kehidupan masa depan anak-anak Baduy. Visit Baduy Village
Anak Baduy

Reblog this post [with Zemanta]